Pages

Malam, dan hal yang aku benci

Selasa, 08 November 2016

Kembali dipanggil malam, ialah ingatan masa silam tanpa kuundang
Malam mengajakmu bermain dalam pikiran
Antara ada dan tiada
Bahagia dan nestapa
Kau melibatkannya,
Menyajikan padaku sebagai hidangan makan malam kita, menjadikannya sebagai penyedap agar kulahap menyantap
Kau yang samar kupandang
Kau yang pantang kukenang

Sunyi yang malam sebabkan
Membuat cambuk bagi kesendirian
Dan kau tersenyum dalam sebuah pelukan perempuan
Lalu kusadar ini hanyalah perasaan
Perasaan sendirian...

Kubataskan pikiran, untuk pantang memandang
Kubuka jendela rumahku, lalu kuhamburkan kau dalam udara
Dan kuhirup kembali untuk melanjutkan hari

Kau berdiam diri dalam paru paru
Menjadi udara bagi tubuh yang semakin renta
Mengalir seperti darah dalam setiap nadi
Dan aku merasa berubah diri
Seperti diri yang kuhindari

Hari hariku yang candu
Dari cinta yang hanya meminta
Dari harap yang selalu menganga
Seperti waktu yang tak pernah terukur
Ia terlalu hebat untuk hanya kubabat

Lalu kusebut ini sebagai, "kombinasi yang menyakitkan"

0 komentar:

Posting Komentar