Pages

0 Tak berani

Jumat, 27 Mei 2016

Nasibku sedang termangu,  dengan waktu yang berlalu ditemani ragu. Tanpa tahu, kapan ia menemui tepat yang diharap.

Kapan aku tahu,  kapan kamu tahu
Kita berdua sedang kompak dengan rasa ingin tahu
Kita berdua bertanya pada diri dan waktu
Pada hal yang tak tentu
Kita berdua apakah sedang ragu?

Lalu, kita jadikan waktu sebagai alasan
Atau malah berkata takdir dan garis tangan?

Dimana ketegasan,  dimana kemauan?
Untuk sekedar memerintahkan kaki maju ke depan
Biarpun mulut tetap bungkam

Lalu kita katakan,  bisakah ada sekali lagi kesempatan
Atau malah diterpa ketakutan
Untuk mengulang kegagalan
Dan berusaha melalui tahapan,  biarpun kembali gagal

0 Rumah baru

Selasa, 24 Mei 2016

Ijinkanku tinggal biar sebentar
Aku ingin menulis kenangan, biar hanya satu hembusan
Percayalah aku bukan berlanglang
Tapi aku sedang nyaman

Ada sebuah hadiah dari Tuhan
Yang baru kutemukan,
Tentang kesederhanaan yang pernah menjadi enggan
Kini kupakai sebagai hiasan
Dari hidup yang tak sebentar

Tuhan mendatangkannya dengan cinta,
Dan dengan cintalah aku merangkulnya,
Tanpa mengenal patuh , tangan sigap dan begitu erat
Lalu indah menjadi dekor megah
Dari hari yang berjalan tanpa perintah

Aku butuh ijin dan alasan tepat
Biar hanya kutinggal cepat
Wajah wajah kekhawatiran itu
Membuat ku berat, biar hanya pamit sejenak...

Lelahkah , dengan rumah baru ini?
Ataukah menjadi lengah?
Ternyata aku masih seorang hambanya yang lemah
Dan kurasakan keduanya berkecamuk didalamnya
Menyajikan aku pilihan yang tak mudah
Semoga aku tak salah

Dua tangan ini, dua kaki ini
Bisakah ku nilai sanggup?
Mengemban amanah dari hadiah Tuhan yang terindah
Bisakah ku rangkul semuanya
Tanpa rasa lengah
Tanpa salah
Tanpa ada khilaf

Namun, kuasanya sungguh luar biasa
Aku hanya mampu banyak berserah
Semoga diri lebih mampu membagi
Dari hanya sebuah amoeba
Hati tak bergeser dari sebuah fitrah
Dan semoga hidup tetap barokah