Pages

Sastra di pantai

Minggu, 19 Maret 2017

Ada sepasang mata elang yang sedang mendarat di bumi Tuhan. Indah,  tajam, satu dari kesekian. Mata itu terbang pada berbagai pandangan ciptaan Tuhan, dan membuatku terkesima tenggelam.

Pukul 12.00 siang,  ia berani menerkam panasnya pantai dan hutan bakau. Memandang dan seketika diam, entah apa yang dilakukannya dalam secarik kertas dan pena hitam. Keringatnya yang bercucuran pada kening atau bahkan seluruh badan,  yang mungkin terkalahkan dengan asyiknya pemikiran. Terabaikan...
Setiap langkah yang bergerak,  tak menggertak. Dan pandanganku tak pernah bertemu dengannya bahkan setelah terlewatkan.

Pukul 12.00 siang yang terjadi saat itu adalah,  aku tak mengenal namanya

0 komentar:

Posting Komentar