Pages

Perempuan dan matahari

Selasa, 19 Januari 2016

Senja menemani tanya, dari pikirannya yang menganga. Hatinya yang tak pernah singgah, namun ikut bertanya.

Mulutku kemudian bercerita, tentang perempuan perempuan yang memuja, dan menunggu nirwana. Untuk dapat jatuh tepat didepan mata mereka. Maka dengan itulah mereka berdiri disana, menanti sunset dan sunrise setiap harinya.

Lagi kau bertanya, mengapa harus matahari yang menjadi obyeknya?

Disinilah matahari berlaku tak sopan, dengan gravitasinya, monster gravitasi, ia menarik dan membuat tertarik. Pada setiap apapun yang mendekat. Layaknya menelan merkurius dan venus dikala ia ingin.

Adakah yang ingkar pada sebutan sang surya, diatas segala manfaatnya. Dibalik mudharatnya, bukankah ia tercipta untuk membunuh lorong lorong kosong makhluk alam jagat raya. Menghibur hati sang ratu dari gundah. Begitulah ratu memilih obatnya.

~Nat

0 komentar:

Posting Komentar