Nenek yang Kusayang
Ingatanku
masih terlena tentangmu nek. Setelah berapa tahun kau pergi dan menapaki alam
yang tak kuketahui. Senyummu masih membekas, rasa cintamu masih terasa. Kau
nenek yang kusayang…
Biar
ku bernostalgia, tentang hari yang kita habiskan berdua. Tentang malam yang
penuh belaian. Siang yang ramai dengan celotehku dan ocehanmu. Kau berikan aku
boneka .Lalu kau berdagang. Kau berpeluh untuk menghasilkan uang, agar aku bisa
makan. Tak luput kau siapkan, makanan dengan sajian yang kudamba. Kau ingin
berbagi segala suka dan kau menenggelamkan diri dalam duka. Dan aku hanya si
kecil yang tak tahu apa apa.
Nenek
ingatkah kau, aku suka saat kau menyisir rambutku yang panjang. Tak lupa kau
usapkan minyak rambut yang tak kusuka. Aku cukup tersiksa, kau slalu membelai
rambutku. Menyisirnya dengan rapi, dan kau pakaikan aku baju baju yang kusuka,
aku mengomentarinya lucu dan kau tertawa.
Kau
berpesan, bersih adalah sebagian dari iman. Kau benci aku kotor. Kau slalu
menjagaku, agar aku terlihat cantik nan indah. Kau jaga aku bagai permata. Aku
mahal untukmu Nek.
Nenek,
saat itu aku tak tahu apa itu cinta. Yang kutahu hanya memelukmu itu terasa
hangat diraga. Kau wanita dengan sejuta kelembutan dijiwa. Anggun perangaimu
bak laksana bidadari bulan. Cintamu dalam diam, namun terasa kuat menggenggam.
Aku
pernah katakan, kau nenek dengan sejuta kata jangan. Tapi, sekarang kusadar. Bahwa
itulah tanda sayang. Kau mengkhawatirkanku dengan air mata yang kau simpan.
Dengan itu kau tunjukkan.
Andai
ku banyak mengingat dengan sempurna tentang kita, tentang bagaimana sentuhanmu
terus membesarkanku. Kau jadikan aku bintang kecil yang bersinar terang,
laksana Sirius yang dipuja banyak orang. Biarpun aku hidup terkekang.
Nenek
yang kusayang, betapa aku tercabik melihatmu lunglai dengan penyakit. Ku sempat
tanyakan pada Tuhan, mengapa nenek tak kunjung baik. Aku penuh harap, kau tak
pulang. Tapi apa daya takdir sudah tertuliskan dan aku sendirian.
Ragamu
kini tak kulihat, tapi cinta kasihmu membekas. Aku masih merasakan lembutnya
kasih yang kau tinggalkan. Tak ada benci tak ada caci yang ingin kuberikan.
Hanya kuingin sampaikan, terimakasih yang mendalam. Untuk nenek yang kusayang….

4 komentar:
9 Januari 2016 pukul 08.07
Besok kalo qt jd nenek kakaek.
Hendaknu mjd seorng nenek dan kakek yg valuable... berharga d keluarga.. dipandang tdk sebelah mata... dan bs selalu trkenang walau raga dan jiwa sdh tdk d dunia.
9 Januari 2016 pukul 08.08
Besok kalo qt jd nenek kakaek.
Hendaknu mjd seorng nenek dan kakek yg valuable... berharga d keluarga.. dipandang tdk sebelah mata... dan bs selalu trkenang walau raga dan jiwa sdh tdk d dunia.
9 Januari 2016 pukul 08.08
Besok kalo qt jd nenek kakaek.
Hendaknu mjd seorng nenek dan kakek yg valuable... berharga d keluarga.. dipandang tdk sebelah mata... dan bs selalu trkenang walau raga dan jiwa sdh tdk d dunia.
10 Januari 2016 pukul 03.00
Amin Ya Rabbal Alamin, semoga. Semangat kak aufa
Posting Komentar